Silahkan baca Part 4 disini
“Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat” Al Baqoroh : 45

Vitalitas dan konsekuensi
Memberikan cinta terbaik harus dengan vitalitas terbaik. Karena itu dia tidak sembarangan. Semua itu memerlukan analisa akurat. Karena pertemuan cinta adalah kebahagiaan tapi dia bisa jadi masalah yang menyesakkan hati karena kita sedang memaksakan sebuah momen bukan menunggu momen yang tepat. Akhirnya yang kita temukan hanyalah perasaan yang rapuh, hati galau, pikiran yang gundah, air mata yang menyakitkan dan hati yang patah. Karena resiko ketergesa – gesaan adalah terpeleset dan jatuh. karena itu hati – hatilah.
Selain itu juga, hari ini ada begitu banyak wanita terenggut harga dirinya, melakukan seks bebas entah dalam kondisi terpaksa atau suka sama suka. Akhirnya semua bermuara pada penyesalan, penyesalan melahirkan rasa bersalah, dari rasa bersalah ada dua kemungkinan lagi yang lahir. Yang satu ia akan kapok dan menjaga diri untuk bertaubat atau ia justru makin larut dalam kehidupan bebas yang menyedihkan itu. Tidak sedikit memilih mencari ketenangan dan perhatian dengan jatuh ke pelukan demi pelukan laki – laki yang tidak jelas tanggung jawabnya. Tidak sedikit wanita yang terlanjur menjalani kehidupan prostitusi dengan alasan terlanjur basah. Kenistaan peradaban yang awalnya hanya dimulai karena masalah keputusan.
Maka sebelum kau memutuskan kondisikan semua perasaan, logika dan kebersihan hatimu pada titik cinta tertinggi menembus khasanah sidratul muntaha. Arahkan semua mata hati untuk melihat dengan jeli, jika kau tak sanggup maka mintalah malam malam menemanimu dengan sejuknya sentuhan wudhu dan heningnya sayup sayup syair kehidupan ketika kau bercumbu dengan Penciptamu di sepertiga malam yang sunyi. Karena di sana ada petunjuk vitalitas yang akan menuntunmu dari sikap ketergesa – gesaan. Disana ada kekuatan yang menjaga jiwa kita dari lelahnya melawan egosentris kedagingan yang setiap orang memilikinya.
Pastikanlah bahwa kondisi perasaan, logika dan hati kita dalam posisi yang sabar dan tenang. Tenang dalam keadaan berbunga bunga yang tidak berlebihan dan tidak juga dalam keadaan pesimis yang menyedihkan. Pastikan bahwa kita siap dengan semua resiko, siap melihat malam berarti anda harus siap melihat siang, siap melihat bulan berarti anda juga siap melihat mentari. Karena itulah hidup berputar seperti roda, seperti permainan rollercoaster, kadang kita diatas kadang kita dibawah, kadang semua sesuai harapan kita, kadang tidak juga. Karena apa? Karena garis hidup kita sudah ada yang menulis. siap menerima berarti siap ditolak. Siap menikmati kelebihan berarti siap juga mensyukuri kekurangan. Siap berharap berarti siap untuk untuk tidak diharapkan. Siap untuk menikahi istri seperti Khadijah ra berarti kita harus siap menjadi seperti Nabi Muhammad SAW. Pertimbangkanlah dalam kondisi hati yang bersih, perasaan yang tenang, logika yang sehat dan niat yang lurus.
Jangan biarkan nafsu kita memimpin kita untuk memilih sebuah momen pemberian cinta. Karena yang ada di sana hanya penyesalan pada akhirnya atau hanya kebahagiaan sesaat. Namun jika kita berhasil memenangkan pertempuran jiwa ini dan memilih karena kemuliaan ibadah. Niscaya waktu akan memperlihatkan pada kita apa itu kecantikan yang tak pernah keriput dan menua bahkan takkan pernah mati mengiringi umur bumi.
Kejelian sikap kita adalah hal yang menentukan, namun ketergesa – gesaan hanya akan membawa kita pada keterpurukan dan kenikmatan yang singkat. Karena itu bersabarlah..jangan menangkan hawa nafsumu..libatkan Allah, biarkan Dia yang menentukan yang terbaik bagi kita. Itupun jika memang kita percaya kepada vitalitas cinta, karena itu hanya datang dari keridhoan Allah, karena hanya Dialah sebaik baik cinta itu bisa kita dapatkan.
Bagaimana bukti kedahsyatan? Pada saat itu kau tak menemukan satupun penyesalan dalam jiwa ketika kau memberikan cintamu pada mahligai kepribadian yang telah di pilih Allah untuk memimpin atau menemani sejarah hidupmu yang selanjutnya. Bahkan ketika kau mengetahui satu persatu tabir kekurangannya yang terbuka di hadapanmu..semua itu menjadi suatu kesempurnaan dirinya di hadapanmu. Kau akan memandang itu sebagai sebuah ladang amal kehidupan, sebuah peta yang mencerahkanmu akan jalan menuju cinta yang abadi. Kenapa kau bisa sebijak itu? Karena kisah cintamu dipenuhi keridhoan dan menuai berkah kehidupan ilahi. Selamat mengambil keputusan semoga kita tidak salah dalam memaknai momentum kehidupan itu. Percayalah kita mungkin paling tahu apa yang kita mau, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan. Maka keputusannya tetap ditangan anda begitu pula dengan semua resikonya.
“Maka berpegang teguhlah engkau pada (Dien) yang telah di wahyukan padamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus” As Zukhruf : 43
taken from article from thufail alghifari




Amin, semoga saja sob Tuhan melindungi kita selalu.
Amiiiiiin..