Pertama-tama, Saya ingin Anda tebak apa yang orang-orang pada gambar berikut pikirkan?

Ada sebuah kajian dari Rebecca Saxe (MIT) yang membahas Moral Judgement dari sudut pandang NeuroScience. Seminar lengkap dapat Anda unduh di TED
1. Special Brain Region
Ada bagian pada otak Manusia yang disebut dengan Right Temporal Parietal Junction (RTPJ) yang berada di belakang telinga kanan Anda yang bertugas mencari tahu apa yang orang lain pikirkan (tidak bertugas memproses logika), seperti yang baru saja Anda lakukan saat Anda melihat gambat diatas. RTPJ juga yang membangun nilai-nilai moral dan kepercayaan dalam diri kita. Proses tersebut berlangsung dalam waktu yang lama dan berbeda-beda pada setiap orang.

2. Late Developing
Saxe menjalankan False Belief Test pada beberapa anak:
Berikut ini adalah sebuah cerita tentang seorang Bajak Laut dan Kue Kejunya. Suatu hari ada seorang Bajak Laut bernama Ivan yang menyukai Kue Keju, dia menaruh kue tersebut di atas meja, lalu pergi untuk mengambil minum. Tiba-tiba ada angin besar yang bertiup dan menjatuhkan Kue tersebut ke tanah. Lalu ada Bajak Laut lain bernama Joshua yang juga menyukai Kue Keju dan menaruhnya di atas meja yang kosong (Milik Ivan sudah jatuh) dan meninggalkannya. Ketika Ivan kembali, muncul pertanyaan “Kue manakah yang akan dia ambil?”
* Seorang anak 3 tahun mengatakan bahwa Ivan akan mengambil sandwich di tanah meskipun kotor karena itu adalah “miliknya”. Ketika diberitahu bahwa Ivan akan mengambil kue yang terletak di atas meja, anak tersebut terkejut dan berpikir bahwa tidak adil jika Ivan mengambil kue yang di atas meja yang bukan miliknya.

* Seorang anak 5 tahun mengatakan bahwa Ivan akan mengambil kue yang ada di atas meja. Hal ini tampaknya menunjukkan pemahaman yang lebih maju dari pikiran orang lain karena anak tersebut memahami bahwa Ivan akan berpikir (meskipun keliru) bahwa kue keju-nya adalah yang berada di atas meja. Namun, anak tersebut masih mengatakan bahwa itu adalah “buruk” ketika Ivan mengambil kue keju di atas meja. Apakah ini bukti bahwa anak tersebut belum mengembangkan kapasitas moral untuk mengetahui bahwa Ivan tidak dapat disalahkan karena dia tidak tahu kalau dia salah?

* Seorang anak 7 tahun mengatakan bahwa Ivan akan mengambil kue keju di atas meja. Dan ia juga tahu bahwa Ivan tidak bersalah atas kesalahannya karena itu adalah kecelakaan sederhana / kesalahpahaman.
3. Causal Role

Tentu saja perkembangan tersebut tidak berhenti pada usia 7 tahun. Ketika manusia beranjak dewasa, RTPJ akan semakin fokus berpikir tentang apa yang orang lain pikirkan dan nilai-nilai moral yang seharusnya. Berikut cerita dalam versi untuk orang dewasa.
Grace dan temannya sedang dalam tur ke sebuah pabrik kimia dan mereka sedang beristirahat untuk minum kopi. Lalu temannya meminta Grace menuangkan gula ke dalam kopinya. Kemudian Grace pergi dan menemukan gelas berisi gula, namun gula tersebut ditempeli tulisan ‘Racun Ganas’. Jadi Grace berpikir bahwa gelas tersebut berisi Racun Ganas dan dia menaruhnya ke kopi temannya. Lalu temannya meminumnya dan dia baik-baik saja. Seberapa jauh Grace pantas disalahkan?

Masalah yang akan dibahas disini bukanlah kenyataan apakah isi gelas tersebut adalah gula ataupun racun, namun lebih kepada apa yang Grace pikir dan akibatnya terhadap pikiran orang lain. Kenyataannya, jika Grace berpikir bahwa isi gelas tersebut adalah gula (Fine), hanya sedikit orang yang menyalahkannya, namun jika Grace berpikir isi gelas tersebut adalah racun (Attempt), banyak orang yang menyalahkannya – walaupun yang terjadi adalah sama untuk kedua kasus.
Namun dalam kasus lain (Accident), dimana Grace berpikir bahwa isi gelas yang diberi label ‘Gula’ adalah gula padahal kenyataannya adalah racun, orang berpikir bahwa Grace lebih tidak bersalah dibandingkan pada kasus Attempt.

Lalu Saxe mencoba memperhatikan apa yang terjadi pada otak para relawan tersebut saat mereka membuat penilaian apakah Grace bersalah atau tidak. Dari kiri ke kanan adalah seberapa banyak aktivitas pada bagian otak tersebut, sedangkan dari bawah ke atas adalah seberapa pantas Grace dikatakan bersalah.

Dapat kita lihat bahwa di bagian kiri dimana hanya terjadi sedikit aktivitas pada bagian otak tersebut, orang lebih banyak menganggap Grace bersalah, sedangkan semakin ke kanan (semakin banyak aktivitas di bagian otak tersebut), orang semakin memaklumi dan menganggap Grace tidak bersalah.
Saxe berpikir, bagaimana kalo dia dapat mengganggu kerja bagian otak tersebut dan melihat pengaruhnya pada penilaian moral seseorang. Saxe menggunakan TMS, alat yang dapat mengirim magnetic pulse ke bagian kecil tertentu pada otak dan menyebabkan disfungsi kerja sementara pada bagian tersebut.

Lalu Saxe menggunakan alat tersebut kepada para relawan tadi dan menanyakan ulang permasalahan yang sama. Berikut adalah perbandingan hasilnya :

Pada kasus Attempt, kadar orang yang menganggap Grace bersalah berkurang. Sedangkan pada kasus Accident. kadar orang yang menganggap Grace bersalah semakin bertambah. Pada kasus Fine tidak ada perubahan.
Kesimpulan
Bahwa manusia sudah dipersenjatai dengan lengkap untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan dengan Sistem Otak khusus yang dapat melakukan hal tersebut. Sistem tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang dan proses tersebut berbeda di setiap orang. Hal inilah yang menyebabkan penilaian moral yang berbeda-beda di setiap orang.Sekian dulu dari Saya mencoba berpikir tentang Saya yang berpikir tentang Anda yang berpikir tentang keyakinan dan moral Anda saat Anda berpikir apa yang orang lain pikirkan.




ahhh beraattt.. malem2 gini pengen yg ringan2 sajaa..
>.<